Novermal : Jaringan Irigasi Lubuk Buaya Bisa Mengairi Sawah di Air Haji dan Punggasan

Pessel, Garis Pantai News —  Atas kegigihan dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DPRD Kabupaten Pesisir dari Partai Amanat Nasional (PAN) dapil IV, Novermal,  proyek lanjutan Irigasi Lubuk Buaya akhirnya tahun ini dilanjutkan.

Proyek tersebut sudah mangkrak sekitar 10 tahun dan tahun ini akan segera dilanjutkan, terkait pembangunan tersebut pihak balai melakukan sosialisasi lanjutan Proyek Irigasi Lubuk Buaya tersebut di kantor Camat Linggo Sari Baganti. Senin (27/5-2024).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Anggota DPRD Pessel, Novermal, Camat Linggo Sari Berganti, Forkompinca,PPK Irigasi dan Rawa II, dan PPK Ganti Rugi Tanah, Balai Wilayah Sungai Sumatera V (Balai Sungai), Ditjen SDA, Kementerian PUPR selaku penyelenggara proyek. Wali nagari, Ninik mamak serta undangan lainnya.

Menurut Novermal, Proyek Irigasi Lubuk Buaya tersebut mangkrak lebih kurang 10 tahun, tahun 2024 ini dilanjutkan dengan perbaikan jaringan irigasi sebelah kanan aliran dan  proses pembebasan tanah untuk jaringan irigasi sebelah kiri aliran.

” Jaringan irigasi ini bisa mengairi sawah 3.300 hektar di Air Haji dan Punggasan,” Katanya

Menurutnya, Proyek ini terealisasi atas komunikasi dirinya selaku Anggota DPRD Kabupaten Pesisir Selatan dengan Kepala Balai Sungai.

” Awalnya dijanjikan akan dilanjutkan tahun 2022, tapi tidak ada realisasi. Kemudian dijanjikan lagi akan dikerjakan tahun 2023, tapi juga tidak terealisasi. Dan, tahun 2024 juga belum masuk list perioritas yang akan dikerjakan,” jelasnya.

Dijelaskannya, Karena tidak ada kejelasan kapan akan lanjutkan, maka ia melaporkan persoalan proyek mangkrak tersebut ke Presiden.

” Dengan dukungan pemberitaan media, Kementerian PUPR melalui Balai Sungai merespon dengan mengalihkan sebagian anggaran kegiatan lain untuk proyek irigasi ini. Tahun 2024, dapat anggaran Rp1,9 miliar untuk perbaikan jaringan irigasi sebelah kanan aliran, ” ujarnya.

Kedepan, bendung irigasi yang sudah dibangun akan dilengkapi dengan jaringan irigasi dan jalan inspeksi di sisi kiri dan kanan saluran.

” Jaringan yang ada akan ditingkatkan, dan yang belum ada akan dibangun. Untuk penyelesaian proyek tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran lebih kurang Rp100 miliar lagi, ” pungkasnya. (GPP)

 

#ADV