Kabupaten Pesisir Selatan Gelar Musrembang RKPD 2025, Ermizen : Melalui Musrenbang Tentukan Skala Prioritas 

Pessel, Garis Pantai News — Pemerintah Daerah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) mengelar Musrenbang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045 dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2025  bertempat di aula Kantor Bapedalitbang Pessel itu, Kamis (4/4).

Ketua  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Ermizen,  mengatakan, Musrenbang yang digelar saat ini memiliki arti yang sangat penting dalam perjalanan masa depan Pesisir Selatan. Sebab kegiatan tersebut akan mendiskusikan berbagai hal seperti apa kerangka umum pembangunan Kabupaten Pesisir Selatan menuju tahun 2045.

“Musrenbang kali ini menjadi sangat krusial, karena selain menentukkan orienstasi perencanaan jangka panjang Pesisir Selatan 2045, juga akan menentukan titik akhir yang hendak dicapai sebagai penutup era RPJMD saat ini, ” katanya.

Ia menghimbau marilah kita memanfaatkan momentum ini dengan menjadikan kita menjadi bagian dari penentu masa depan Pesisir Selatan,” katanya.

” Kita berharap disetiap usulan pembangunan harus melalui Musrenbang, tidak ada lagi yang naik dijalan, sebab melalui Musrenbang ini kita tau mana yang skala prioritas dan mana yang tidak, ” ujarnya.

Dikatakannya bahwa setiap usulan pembangunan harus melalui Musrenbang dimulai dari tingkat nagari, tingkat kecamatan dan tingkat kabupaten.

” Setiap usulan, pembangunan harus melalui tahapannya, sekali lagi ditegaskan tidak ada lagi yang naik dijalan, ” tegasnya.

Sementara itu Bupati Pesisir Selatan Rusma Yul Anwar mengatakan,  dalam beberapa tahun terakhir, sesuai publikasi capaian pembangunan yang dirilis oleh BPS maupun sumber data lainnya memperlihatkan bahwa secara umum capaian makro pembangunan Pesisir Selatan berada pada tren yang positif meskipun posisi belum yang terdepan di Sumatera Barat.

Dijelaskannya beberapa indikator makro seperti angka pengangguran pencapainnya telah melampaui target akhir RPJMD saat ini yaitu sebesar 4,71 persen. Ini adalah angka pengangguran yang termasuk rendah di Provinsi Sumatera Barat.

Pada rilis data terakhir tahun 2023, tren capaian pembangunan negatif terjadi pada angka kemiskinan publikasi terkini BPS memperlihatkan terjadi kenaikan angka kemiskinan di Pesisir Selatan dari 7,11 persen pada tahun 2022 menjadi 7,34 persen tahun 2023. (GPP)