Kejari Painan Bakal Kaji Keberadaan Alsintan Di Brigade Tanam Padang Laban

PainanGaris Pantai News – Kejaksaan Negeri (Kejari) Painan menyebutkan bakal melakukan pengkajian terhadap keberadaan sembilan unit alat dan mesin pertanian (alsintan) di gudang brigade tanam di padang laban, kecamatan ranah pesisir.

“kita sudah mendapatkan informasi seputar alsintan itu, dan selanjutnya kita bakal pelajari, apakah ada unsur korupsinya atau bagaimana, “sebut. Kepala seksi Intelijen kejari painan. Dody Sutsisro,SH,MH. Senin 16/01 diruangan kerjanya.

Adapun, perihal demikian disampaiknnya terkait dengan keberadaan alsintan diwilayah itu yang dinilai ada persoalan.

“Nah, apakah ada aturan yang diserobot atau tidak ini yang mesti kita kaji dulu, “tambahnya.

Sementara itu, berdasarkan konfirmasi awak media ini dengan kepala bidang prasaran dan sarana pertanian di dinas pertanian setempat. Syafrianto 15/01 diruang kerjanya menuturkan, bahwasanya saat ini pihaknya telah melayangkan surat peringatan dua dan ketiga terhadap dua kelompok tani yang melakukan peminjaman pemakaian alsintan.

Pemakaian alsintan itu dinilai pihaknya tidak lagi mencerminkan etika peminjaman, dikarenakan si peminjam dinilainya tidak memberikan informasi yang jelas terhadap terkit keberadaan alsintan yang dipakai.

“ini yang membuat kita dilema, kelompok si peminjam tidak kooperatif terhadap keberadaan alsintan, dan ketika kita mau melakukan eksekusi, mobilisasinya dengan apa, karena anggaran tidak ada untuk kegiatan itu, “ulasnya.

Oleh sebab itu, pihaknya mengharapkan agar mengembalikan alsintan yang dipinjam ke tempat peminjaman dilakukan.

“jumlah alsintan totalnya ada sembilan unit, tujuh unit diantaranya jenis combine harvester, satu unit excavator dan satu unit lagi mesin hand traktor roda empat, “ulasnya.

Sementara terhadap kondisi alsintan itu. Syafrianto menambahkan bahwa, enam unit alsintan jenis combine harvester berada dalam kondisi rusak dan tidak bisa dipakai, satu unit excavator masih ditangan si peminjam begitupun dengan satu unit traktor roda empat.

“yang bisa dipakai hingga saat ini adalah satu unit combine harvester dan sekarang masih dioperasikan di sungai liku daerah setempat, “tutupnya. GPF