Perangkat Nagari Nilai Pemkab PesSel Tidak Pro Aparatur Nagari

PainanGaris Pantai News – Perangkat Desa menilai Pemerintahan Rusma Yul Anwar – Rudy Hariyansyah tidak pro terhadap pelayanan masyarakat ditingkat nagari / desa.

Hal demikian disampaikan oleh salah seorang perangkat desa di salah satu nagari di daerah itu yang enggan disebutkan namanya. Selasa 17/01 kepada awak media ini dimana ia menilai pemerintahan sekarang tidak mendukung pelayanan masyarakat ditingkat nagari dan tidak menghargai jerih payah perangkat desa dalam memberikan pelayanan.

“kalau ada kepeduliannya (Pemerintahan sekarang-Red), maka tidak akan terjadi pengurangan penghasilan ataupun tunjangan ditingkat perangkat desa sekarang, “ucapnya.

Karena tambahnya, masih banyak kegiatan yang mesti dikurangi oleh kepala daerah untuk menutupi kekurangan anggaran jikalau itu memang menjadi salah satu alasan untuk mengurangkan tunjangan, penghasilan tetap ditingkat nagari.

“kalau bupati mau, potong saja anggaran dana pokir atau tunjangan perumahan dewan, atau dikurangi kegiatan fisik dari DAU, kan bisa saja jika memang kepala daerahnya berpihak kepada pemerintahan nagari, “ulasnya.

Akan tetapi menurut penilaiannya, pemerintahan sekarang lebih memilih memangkas penghasilan tetap didalamnya terdapat orang banyak yang berhadapan langsung dengan masyarakat dibawah.

“Jika kita ini mogok, maka saya yakin, pelayanan terhadap masyarakat bakal terhenti, “tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Pesisir Selatan. Zulkifli menyebutkan bahwa, pihaknya sebagai pelaksana dari peraturan bupati tidak mengakui itu terjadi pengurangan penghasilan tetap, tunjangan serta tunjangan kehormatan BamusNag.

Karena, daerah itu untuk tahun 2023 hanya mendapatkan kucuran Dana Alokasi Umum sebesar Rp 514 miliar.

“10% dari DAU itu di distribusikan ke nagari ke sektor Anggaran Dana Desa, maka junlahnya sebesar Rp 51 miliar oleh bupati digenapkan menjadi Rp 53 miliar, ” terangnya.

Ia membantah kalau dikatakan mengurangi namun lebih pas disebut sebagai penyesuaian.

“Kurang pas kalau dikurangi bahasanya yang paling cocok adalah menyesuaikan dengan kondisi keuangan saat ini, “tutupnya singkat. GPF