Wow..! Aset Miliaran Rupiah Di Pesisir Selatan Terbuang Sia-Sia

PainanGaris Pantai News – Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pesisir Selatan. Madrianto membenarkan kalau kondisi Alat dan Mesin Pertanian yang terdapat di Gudang Brigade Tanam di Padang Laban, Kecamatan Ranah Pesisir daerah setempat tidak terurus.

“kondisinya memang dari 2016 – 2017 itu bermasalah dan tidak bisa di manfaatkan oleh petani, “ucapnya. Kamis 12/01 diruangan kerjanya.

Menurutnya, salah satu faktor penyebab atas rusak dan tidak terurusnya alsintan tersebut adalah tidak adanya kejelasan atas status alsintan tersebut.

“Yang jelas, hibahnya dari pemerintah pusat ke daerah belum ada hingga kini, dan kami sudah berulang kali mengirimkan surat dan mempertanyakan ke pemerintah pusat, namun belum ada kepastian yang pasti masih milk pusat, “Terangnya.

Ia menjelaskan, bahwasanya jikalau ada surat hibah atau status kepemilikan yang jelas terhadap alsintan itu, maka pemeliharannya bisa dianggarkan melalui APBD atau retribusi.

“Nah, ini tidak ada sedikitpun dasar kami untuk memperbaiki alsintan yang telah rusak parah tersebut,” ulasnya.

Madrianto memaparkan, bahwasanya di gudang brigade tanam yang dimaksud terdapat 7 combine harvester, 1 unit excavator, dan 49 unit hand traktor.

Lebih lanjut, terkait dengan penggunaannya 1 unit excavator dipakai oleh oknum dan telah dilayangkan surat peringatan untuk segera mengembalikan dan jika tidak diindahkan maka akan dijeput paksa dengan bantuan polisi pamong Praja.

Selanjutnya, hand traktor yang jumlahnya sekitar 49 unit, kondisinya masih layak pakai dan bisa diperbaiki karena status kepemilikannya telah di hibahkan ke pemerintah daerah.

“kalau satu unit combine harvester kita hargai sekitar Rp400 juta maka akan Ada Rp2,8 miliar ditambah dengan 1 unit excavator Rp1 miliar maka akan ada Rp3,8 miliar yang akan terbuang secara sia-sia, “tutupnya.

Sementara itu, pantauan awak media ini dilapangan terdapat 6 unit combine harvester di gudang brigade tanam padang laban, Kecamatan Ranah Pesisir yang kondisinya dilihat sudah bekas dipakai kuat dugaan dipergunakan untuk memanen padi.

Dan hingga saat ini kondisi 6 unit combine harvester beserta 48 unit hand traktor masih berada didalam gudang setempat. Namun, 1 unit excavator tidak terlihat didalam gudang.GPF