Nagari Koto Baru Koto Berapak , Kampung Pancasila Pertama di Kabupaten Pesisir Selatan

BayangGaris Pantai News – Komandan Kodim 0311/Pesisir Selatan Letkol Inf Moch.Suherly yang di wakili oleh Kapten ARH Warsidi serta perwira Kodim 0311/Pessel  meresmikan Nagari Koto Baru Koto Berapak Kecamatan Bayang Kabupaten Pesisir Selatan sebagai Kampung Pancasila, Selasa 15 Maret 2022.

Dalam kesempatan itu ia menyebutkan pembentukan Kampung Pancasila tersebut adalah ide dan petunjuk dari Kepala Staff Angkatan Darat Jenderal TNI Dudung Abdurrahman untuk setiap Kodim atau setiap kabupaten dan dilanjutkan di kecamatan ada Kampung Pancasila.

“Pencanangan Kampung Pancasila ini merupakan tindak lanjut dari perintah pimpinan TNI AD guna membumikan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sosial masyarakat yang akhir-akhir ini semakin tergores oleh kemajuan jaman,” ucapnya Kapten ARH Warsidi.

 

Peresmian kampung pancasila ini di hadiri oleh Wakil Bupati Pessel Apt.Rudi Haryansyah, S.Si dan Kapolres di wakili Kapolsek Bayang , Anggota DPRD Pessel Fraksi PKS Irjal,SE, KPN di wakili, KPA diwakili , Asisten III Pessel, Kaban kesbangpol , Kadishub Pessel, Camat Bayang ,Wali Nagari sekecamatan Bayang, Niniak mamak Nagari Koto Baru Koto Berapak Bayang ,FKPPI,Pemuda Pancasila, HIPAKAD, Siswa siswi SDN 20 dan 30 Koto Baru Bayang, Insan Pers ,Kepala sekolah dan guru Kecamatan Bayang.

Sebagaimana kita ketahui adapun tujuan dibentuknya kampung pancasila ini tak lain dan tak bukan ialah untuk mempersatukan seluruh komponen bangsa di wilayah, sehingga akan tercipta kehidupan yang harmonis dilingkungan masyarakat walaupun berbeda suku, ras dan agama.

Ia juga menjelaskan, dengan diresmikannya Kampung Pancasila ini sebagai usaha pemerintah daerah untuk melestarikan nilai-nilai yang terkandung dalam butir pancasila untuk menciptakan kerukunan antar umat beragama serta mendorong masyarakat agar saling menghormati dan menghargai sesama guna kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.

“Bersama TNI kita berharap kampung pancasila ini sebagai contoh untuk desa-desa lain dalam kehidupan sehari-hari, sehingga semangat masyarakat menghayati nilai-nilai luhur bangsa dan negara dalam pengamalan Pancasila, dimana masyarakat saling menghormati dan bergotong royong dalam membangun NKRI,” tutup Kapten ARH W.GP1