Pemkab Pessel Abai, Ratusan Hektar Sawah Gagal Panen

PainanGaris Pantai News Ratusan Hektare lahan persawahan milik petani di dua Kecamatan, di Pesisir Selatan (Pessel), terpaksa gigit jari melihat tanaman padi mereka dihantam hama wereng. Akibatnya hasil tani itu terancam gagal panen dan dinilai Pemkab Pessel abai.

Dua Kecamatan lahan persawahan milik warga yang di hantam oleh hama wareng ini yakni, Kecamatan Batang Kapas dan Kecamatan Sutera.

Informasi dihimpun wartawan Senin (29/3). Dari pengakuan sejumlah petani setempat, masalah hama wereng ini menjadi kendala utama menjelang masa panen.

Pantauan rekan media  di lapangan memang terlihat areal persawahan milik petani di dua Kecamatan, terlihat memasuki masa panen. Sekitar ratusan hektare lahan sawah yang ada, kondisi tanaman padi petani mulai menguning dan batang padi tersebut sudah banyak yang keriting.

Akan tetapi, dari hamparan lahan persawahan tersebut, terlihat juga batang padi yang tumbang akibat dari amukan hama wareng. Akibatnya, jika pemerintah tetap tidak abai maka petani untuk selanjutnya mulai pesimis dan tidak menikmati hasil padi yang maksimal.

Salah seorang petani di Kecamatan Sutera, Azuardin (53) mengatakan, sejumlah petani di Kecamatan Sutera yang sudah masuk masa panen terpaksa gigit jari, sebeb hama wareng semankin mengganas menghantam lahan sawah milik petani.

“Kami meminta perhatian Pemkab Pesisir Selatan terutama dalam mengintensifkan kinerja petugas penyuluh lapangan pertanian. Pasalnya, saat ini kondisi sawah kami terancam gagal panen akibat serangan hama wereng ,” katanya.

Ia menambahkan, sejumlah petani tidak belum ada sama sekali mendapatkan bantuan berupa obat-obatan dan hingga saat ini pemerintah belum ada yang turun kelapangan.

“Sekarang hama wereng banyak, kami khawatir untuk selanjutnya ladang persawahan kami gagal panen kembali, dirinya mengakui tidak tahu bagaimana lagi untuk mengatasi hama tersebut.”

Dikatakan Azuardin, serangan hama tikus tersebut terjadinya merata dan hampir dialami semua petani yang menggarap padi pada musim tanam tahun 2021 ini.

Para petani juga tidak dapat berbuat banyak, karena penyebab hama wareng adalah akibat yang palaing rumit, jelasnya.

Penyebabnya, pada musim tanam beberapa waktu lalu, sebagian petani ada yang tidak mengerjakan lahan sawah mereka. Sehingga mereka beralih ke kolam ikan.

“Memang di tahun 2021 ini sejumlah petani merata gagal panen. Ada sebahagian petani yang tidak menggarap lahan, dan sebagian ada juga yang menanamnya tidak serentak,” paparnya.

Petani Batang Kapas Samsuar (37) mengatakan, dirinya bersama kelompok tani lainnya di tidak sedikitpun mendapat hasil tani berupa tanaman padi. Hal tersebut terjadi karena pada musim tanam saat ini ratusan hektare lahan pertanian diserang hama wareng, katanya.

“Lahan kami diserang hama tikus dengan jumlah yang sangat banyak, dan kami kewalahan untuk mengatasinya. Akibatnya kami mengalami gagal panen,” ujarnya.

Ia menjelaskan, lahan yang mengalami gagal panen di Batang Kapas saat ini kesengsaraan petani makin terasa, jangankan untuk berzakat, sementara untuk kebutuhan mereka tidak cukup, jelasnya.

Lanjut Samsuar menuturkan, dengan kondisi tersebut banyak kelompok tani yang mengalami krisis ekonomi. Bahkan tidak jarang para petani menggadaikan lahannya hanya untuk menutupi biaya hidup ataupun menutupi kerugian akibat gagal panen, ungkapnya.

“Sekarang hidup kami seadanya, ada juga yang menggadaikan lawannya untuk biaya hidup atau untuk mendapatkan modal untuk tanam di kemudian hari, dimana biaya tanam hingga panen itu membutuhkan biaya sebesar per hektarnya. Soalnya kami hanya dapat uang kalau panen saja, kalau tidak panen ya kami tidak dapat uang,” ujarnya.

Kepada wartawan, Kepala Dinas Pertanian Pessel, Nuzirwan mengatakan, terkait hal itu coba koordinasi dengan BPPK Kecamatan masing-masing lewat telfon selulernya,Beliau menjawab,”Terkait hal itu konfirmasi saja kepada BPPK pertanian yang ada di Kecamatan masing masing.

Terkait soal anggran, Nuzirwan mengaku, saat ini pemerintah tidak menganggarkan racun hama wareng, karena keterbatasan anggran, tutupnya,GPM