Belasan Ribu Masyarakat Teken Petisi Selamatkan Pesisir Selatan

Painan, Garis Pantai News – Belasan ribu masyarakat menanda tangani Petisi Selamatkan Pesisir Selatan, Sumbar. Mereka tidak ingin ada pihak-pihak yang ingin mengganggu jalannya roda pemerintahan

Pada 9 Desember 2020, masyarakat menumpangkan harapan pada Rusma Yul Anwar-Rudi Hariyansyah untuk bisa kembali bangkit dan maju di segala bidang. Sejajar dengan daerah lain yang telah lebih dulu maju.

Tumpangan harapan itu dibuktikan dengan pemberian dukungan suara hingga 58 persen lebih perolehan suara di Pilkada.

Namun, sebelum harapan itu terwujud, ternyata ada pihak-pihak yang ingin merenggutnya. Mereka yang tidak ingin adanya kedamaian Negeri Sejuta Pesona ini.

Mereka yang tidak ingin melihat tumpah darah kami sejahtera. Mereka yang tidak ingin melihat putera-puteri daerah ini tumbuh dengan segudang prestasi yang gemilang.

Mereka yang haus dan serakah akan kekuasaan. Mereka yang mementingkan kepentingan pribadi dan kelompok.

“Mereka dimotori bupati sebelumnya, Hendrajoni sebagai kompetitor yang kalah,” terangnya.

Karena itu, guna menunaikan harapan itu sesuai Visi-Misi bupati terpilih dan dilantik secara sah pada 26 Februari 2021, kami segenap masyarakat Pesisir Selatan mengajukan PETISI :

  1. Mendesak MA untuk menerima Kasasi dan mengabulkan segala tuntutan Rusma Yul Anwar demi masyarakat Pesisir Selatan yang berkeadilan.
  2. Memberikan kepercayaan secara penuh pada Rusma Yul Anwar sebagai bupati untuk memimpin Pesisir Selatan, sesuai Visi-Misinya.
  3. Menegaskan pada DPRD untuk tidak menggelar kegiatan apa pun terkait pemberhentian Rusma Yul Anwar sebagai bupati.
  4. Meminta Kemendagri untuk tidak menerbitkan surat pemberhentian, baik sementara maupun permanen pada Rusma Yul Anwar.
  5. Kepada Presiden RI, Bapak Joko Widodo kami meminta dan berharap agar dapat mempertimbangkan PETISI yang kami buat ini.
  6. Kemudian, pada siapa pun dan pihak mana pun juga, kami tegaskan untuk tidak ikut mengambil celah dari kondisi ini untuk kepentingan pribadi maupun kelompok. Kami tidak ingin keutuhan dan kedamaian kami dirong-rong.

Demikian PETISI ini kami buat dan kami tandatangani secara sah dan dengan kesadaran penuh demi daerah yang kami cintai dan sebagai antisipasi dari gejolak sosial.

” Sekali lagi, kami tegaskan, kami tidak ingin keputusan demokrasi kami direnggut begitu saja,” tutup M. Adli.GPT